2026-09-22
Bintitan pada Mata Anak: Alasan Jangan Memencetnya — Kapan Cukup Menunggu dan Kapan Harus ke Dokter
Sebagian besar bintitan pada mata anak sembuh sendiri. Jangan memencetnya karena berisiko memicu selulitis. Pelajari kompres hangat dan tanda bahaya gangguan penglihatan.


Pertama-tama, mari kita mulai dengan kesimpulannya.
Sebagian besar bintitan pada mata anak dapat sembuh dan mereda dengan sendirinya.
Bintitan yang merah, bengkak, dan nyeri (hordeolum) biasanya membaik dalam 1 hingga 2 minggu hanya dengan kompres hangat dan menjaga kebersihan kelopak mata
(Gurnani B et al., StatPearls: Hordeolum, 2024).
Kalazion (benjolan seperti kacang polong yang tidak nyeri) juga menunjukkan bahwa dalam studi domestik terhadap 101 kasus pada anak di bawah usia 15 tahun, 85,7% sembuh dengan perawatan konservatif tanpa operasi
(Yang SA et al., J Craniofac Surg, 2024).
Namun, jangan sekali-kali memencet atau menusuknya dengan jarum.
Tekanan saat memencet dapat menyebarkan infeksi ke jaringan sekitarnya, dan dalam kasus yang jarang terjadi, dapat memicu selulitis yang menyebabkan seluruh kelopak mata membengkak hebat.
Selain itu, ada kalazion yang tidak boleh dibiarkan begitu saja.
Dalam studi yang membandingkan 398 anak berusia 0,5 hingga 6 tahun, 42,97% mata dengan kalazion mengalami astigmatisme (mata silinder), dibandingkan dengan hanya 27,21% pada mata tanpa kalazion.
Risiko ini meningkat terutama jika benjolan berada di bagian tengah kelopak mata atas, berukuran 3 mm atau lebih, atau berjumlah 2 atau lebih
(Ouyang L et al., BMC Ophthalmol, 2022;22:310).
Jika anak Anda berada pada usia perkembangan penglihatan, sangat disarankan untuk menjalani pemeriksaan ketajaman visual dalam kasus-kasus tersebut.
Daftar Isi
Mengapa bintitan bisa muncul? — Bintitan Luar, Bintitan Dalam, dan Kalazion
Apakah bisa sembuh sendiri? Berapa lama waktu yang dibutuhkan?
Mengapa tidak boleh dipencet?
Apa yang bisa dilakukan di rumah? — Panduan Kompres Hangat
Kalazion pada anak, bolehkah menunggu tanpa operasi?
Kalazion yang tidak boleh dibiarkan — Risiko Astigmatisme dan Penglihatan
Penanganan apa yang dilakukan di rumah sakit? Apa saja keterbatasan dan efek sampingnya?
Anak yang sering kambuh bintitan — Perlu memeriksa kemungkinan blefaritis
Gejala yang harus segera dibawa ke rumah sakit
Kapan harus berkonsultasi ke dokter spesialis mata
5 Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Mengapa bintitan bisa muncul? — Bintitan Luar, Bintitan Dalam, dan Kalazion

Kelopak mata memiliki beberapa kelenjar kecil yang memproduksi lapisan minyak untuk lapisan air mata.
Ini termasuk kelenjar kecil di dekat pangkal bulu mata dan kelenjar meibom yang berjajar vertikal di dalam lempeng kelopak mata (tarsus).
Bintitan terjadi ketika kelenjar ini terinfeksi oleh bakteri atau tersumbat.
Kategori | Lokasi Terjadinya | Karakteristik |
Hordeolum Eksterna (Bintitan Luar) | Infeksi bakteri pada kelenjar di dekat pangkal bulu mata | Tepi kelopak mata bengkak dan nyeri, muncul titik nanah kekuningan |
Hordeolum Interna (Bintitan Dalam) | Infeksi bakteri pada kelenjar meibom | Bagian dalam kelopak mata bengkak dan nyeri, biasanya baru terlihat saat kelopak mata dibalik |
Kalazion | Massa peradangan akibat kelenjar meibom yang tersumbat (bukan infeksi bakteri aktif) | Benjolan keras tanpa rasa nyeri, dapat menetap beberapa minggu hingga beberapa bulan |
Gurnani B et al., StatPearls: Hordeolum, 2024 / Jordan GA, Beier K, StatPearls: Chalazion, 2023
Jika bintitan dalam tidak sembuh total, benjolan tersebut dapat berkembang menjadi kalazion (Gurnani 2024).
Oleh karena itu, banyak orang tua merasa bahwa "bintitannya sudah mulai membaik, tetapi meninggalkan benjolan keras yang tidak kunjung hilang."

2. Apakah bisa sembuh sendiri? Berapa lama waktu yang dibutuhkan?
Sebagian besar kasus memang sembuh dengan sendirinya.
Namun, waktu pemulihan berbeda-beda tergantung jenisnya.
Bintitan luar dan dalam — biasanya mereda dalam 1 hingga 2 minggu dengan kompres hangat dan menjaga kebersihan kelopak mata (Gurnani 2024). Bintitan dalam sering kali pecah secara spontan, mengeluarkan cairan atau nanah, lalu membaik (Lindsley K et al., Cochrane Database Syst Rev, 2017).
Kalazion — pada orang dewasa biasanya mereda dalam waktu sekitar satu bulan dengan perawatan konservatif (Jordan 2023), namun kalazion pada anak dapat memerlukan waktu 10 hingga 12 bulan untuk benar-benar mereda secara perlahan (American Academy of Ophthalmology Disease Review, mengutip Wills Eye Manual mengenai Pediatric Eyelid Margin Disease).
Ada satu hal yang perlu disampaikan secara transparan dan ilmiah.
Hingga saat ini, belum ada satu pun uji klinis acak (randomized controlled trial) yang membandingkan perawatan non-bedah seperti kompres hangat atau antibiotik untuk hordeolum interna.
Tinjauan sistematis Cochrane yang menelusuri penelitian hingga Desember 2016 tidak menemukan uji klinis yang memenuhi syarat, dan menyimpulkan bahwa "tidak ada bukti yang mendukung maupun menentang efektivitas intervensi non-bedah tersebut"
(Lindsley K, Nichols JJ, Dickersin K. Cochrane Database Syst Rev, 2017).
Kompres hangat direkomendasikan terutama karena metode ini minim efek samping dan telah lama digunakan secara empiris, bukan semata-mata karena telah dibuktikan melalui uji klinis berbasis bukti yang ketat.
3. Mengapa tidak boleh dipencet?

Melihat titik nanah seperti jerawat sering kali membuat orang tua tergoda untuk memencetnya.
Namun, prinsip utamanya adalah dilarang menekan atau memencet bintitan. Hal ini dilakukan demi mencegah penyebaran infeksi ke jaringan di sekitarnya (Gurnani 2024).
Komplikasi yang dapat timbul akibat bintitan yang dipencet antara lain (Gurnani 2024):
Selulitis preseptal (selulitis kelopak mata) — infeksi menyebar ke kulit dan jaringan lunak di sekitar kelopak mata, menyebabkan seluruh kelopak mata bengkak dan merah.
Selulitis orbita — komplikasi langka namun berbahaya ketika infeksi menyebar ke bagian dalam soket mata. Kondisi ini memerlukan penanganan darurat.
Menetap menjadi kalazion — bintitan yang tidak sembuh sempurna meninggalkan benjolan keras yang menahun.
Menusuk benjolan dengan jarum di rumah jauh lebih berisiko.
Tingkat sterilisasi jarum di rumah tidak terjamin, dan jika anak bergerak tiba-tiba, jarum dapat melukai kelopak mata atau bahkan bola mata anak.
Meskipun nanah terlihat jelas, jangan disentuh sendiri. Jika tidak pecah secara alami dan malah membesar, segera bawa anak ke klinik mata untuk ditangani secara steril.
4. Apa yang bisa dilakukan di rumah? — Panduan Kompres Hangat

Parameter | Panduan |
Suhu | Hangat nyaman saat ditempelkan ke pergelangan tangan bagian dalam (kulit anak sangat rentan terhadap luka bakar termal) |
Durasi | 10 hingga 15 menit per sesi |
Frekuensi | 3 hingga 4 kali sehari |
Langkah Selanjutnya | Pijat kelopak mata dengan lembut menggunakan jari yang telah dicuci bersih |
Perhatian | Gunakan handuk bersih khusus untuk anak dan jangan memencet benjolan |
Durasi dan frekuensi kompres: Gurnani 2024 (10–15 menit, 3–4 kali sehari) / Pijatan lembut pasca-kompres pada kalazion: American Academy of Ophthalmology Disease Review
Dalam praktiknya, sering kali anak sulit diam selama 10 menit penuh.
Jika demikian, lebih baik melakukannya dalam durasi lebih singkat namun lebih sering.
Jika Anda menghangatkan handuk basah di microwave, suhu di bagian dalam bisa jauh lebih panas daripada bagian luar, jadi pastikan selalu mengujinya terlebih dahulu di pergelangan tangan Anda.
Hal yang TIDAK Boleh Dilakukan
Memencet benjolan atau menusuknya dengan jarum.
Menggunakan salep steroid sisa di rumah atau obat tetes mata milik orang lain.
Membiarkan anak yang memakai lensa Dream (orthokeratology) atau lensa kontak tetap memakainya saat ada peradangan kelopak mata tanpa persetujuan dokter spesialis mata.
5. Kalazion pada anak, bolehkah menunggu tanpa operasi?

Pada sebagian besar kasus, Anda boleh menunggu.
Berikut adalah hasil penelitian di Korea terhadap 101 kasus kalazion pada anak berusia 15 tahun ke bawah yang menjalani perawatan konservatif (seperti kompres hangat).
Usia | Tingkat Kesembuhan dengan Perawatan Konservatif |
Total Keseluruhan | 85,7% |
Usia 2 tahun ke bawah | 96,7% |
Usia 7 hingga 15 tahun | 69,7% |
Yang SA, Chambers CB, Kang MS, Ahn JH. Conservative Treatment of Chalazion in Pediatric Patients. J Craniofac Surg, 2024
Semakin muda usia anak, semakin tinggi tingkat kesembuhan spontan; sementara pada usia yang lebih tua, kecenderungan kalazion bertahan lebih lama meningkat.
Para peneliti menyimpulkan bahwa untuk kalazion berukuran kecil dan tanpa komplikasi, perawatan konservatif harus menjadi lini pertama, dengan mempertimbangkan ukuran benjolan, usia anak, serta durasi perawatan.
Pendekatan dokter mata klinis di Korea juga sejalan dengan ini.
Survei terhadap 80 anggota Korean Society of Ophthalmic Plastic and Reconstructive Surgery (KSOPRS) menunjukkan bahwa dari 38 dokter yang membedakan penanganan antara anak-anak dan orang dewasa, 31 dokter memperpanjang periode perawatan konservatif dan menunda operasi pada pasien anak
(Shin et al., Korean J Ophthalmol, 2025;39:222-240).
6. Kalazion yang tidak boleh dibiarkan — Risiko Astigmatisme dan Penglihatan

Anjuran "boleh menunggu" ini memiliki syarat penting. Kalazion pada kelopak mata atas dapat menekan kornea dan memicu timbulnya astigmatisme (mata silinder).
Studi di Tiongkok terhadap 398 anak berusia 0,5 hingga 6 tahun (796 mata) menemukan data berikut:
Tingkat astigmatisme pada mata dengan kalazion: 42,97% (211 dari 491 mata)
Tingkat astigmatisme pada mata tanpa kalazion: 27,21% (83 dari 305 mata)
Kondisi dengan risiko tertinggi: benjolan di tengah kelopak mata atas (50%), ukuran benjolan 3 mm atau lebih (54–55%), serta adanya 2 benjolan atau lebih (56%)
Ouyang L, Chen X, Pi L, Ke N. BMC Ophthalmol, 2022;22:310
Hingga sekitar usia 6 tahun, sistem visual anak masih dalam tahap perkembangan kritis.
Jika astigmatisme terjadi hanya pada satu sisi mata dan dibiarkan dalam waktu lama, perkembangan visual mata tersebut dapat terhambat dan berisiko memicu mata malas (ambliopia).
Oleh karena itu, jika anak kecil memiliki kalazion besar di bagian tengah kelopak mata atas selama beberapa bulan, pemeriksaan ketajaman visual dan refraksi jauh lebih krusial daripada sekadar menunggu benjolan mengecil.
Pemeriksaan refraksi pada anak idealnya dilakukan menggunakan tetes mata sikloplegik untuk melumpuhkan akomodasi sementara sehingga hasilnya akurat.
Di klinik kami, pemeriksaan dilakukan setelah menunggu sekitar 1 jam sejak penetesan obat. Harap sediakan waktu yang cukup saat berkunjung.
Jika anak Anda sudah memiliki miopia (rabun jauh) dan sedang dalam pemantauan, perubahan silinder juga harus diperiksa secara bersamaan.
Panduan mengenai kontrol miopia anak telah kami rangkum dalam artikel perbandingan Myosmart, Myotect, MiSight, dan lensa Dream.
7. Penanganan apa yang dilakukan di rumah sakit? Apa saja keterbatasan dan efek sampingnya?

Jika benjolan tidak mereda dengan perawatan konservatif, berukuran besar, atau berisiko memengaruhi penglihatan, opsi perawatan berikut akan dipertimbangkan:
① Terapi Obat — Antibiotik diberikan jika terdapat tanda infeksi bakteri yang nyata atau infeksi mulai menyebar ke area sekitar. Namun, bukti manfaat tetes mata antibiotik pada bintitan sederhana tergolong minim (Gurnani 2024). Kalazion bukan infeksi bakteri aktif, sehingga umumnya tidak mengecil hanya dengan antibiotik. Untuk anak di bawah 8 tahun, antibiotik oral golongan tetrasiklin harus dihindari dan diganti dengan golongan makrolida (EyeWiki, Blepharokeratoconjunctivitis of Childhood).
② Insisi dan Kuretase — Melakukan sayatan kecil di bagian dalam kelopak mata untuk mengikis dan mengeluarkan isi benjolan. Pendekatan dari sisi dalam umumnya dipilih agar tidak meninggalkan bekas luka parut di kulit luar kelopak mata.
③ Suntikan Steroid (Triamsinolon) — Menyuntikkan steroid dosis kecil langsung ke dalam benjolan untuk meredakan inflamasi.
Berikut adalah hasil studi perbandingan acak:
Metode Perawatan | Tingkat Kesembuhan |
Kompres hangat | 46% (pada evaluasi minggu ke-3) |
1 kali suntik steroid + pijat lembut | 84% |
Insisi dan kuretase | 87% |
Goawalla A, Lee V. Clin Exp Ophthalmol, 2007;35(8):706-712
Uji acak lainnya juga menunjukkan efektivitas yang setara antara suntikan (81%) dan insisi kuretase (79%)
(Ben Simon GJ et al., Am J Ophthalmol, 2011;151(4):714-718).
Meski demikian, masing-masing tindakan memiliki keterbatasan tersendiri:
Angka 46% pada kompres hangat dinilai pada minggu ke-3. Seperti yang diuraikan di Bagian 5, kalazion pada anak sering kali memerlukan beberapa bulan untuk mereda, sehingga kegagalan tidak bisa langsung disimpulkan hanya dalam 3 minggu.
Suntikan steroid dapat menyebabkan depigmentasi (kulit menjadi lebih putih/pucat di area suntikan). Hal ini terlihat lebih kontras pada kulit berwarna lebih gelap (American Academy of Ophthalmology EyeNet, Chalazion Management: Evidence and Questions, 2015). Dalam survei di Korea, ini merupakan efek samping yang paling sering dikhawatirkan (Shin 2025).
Tindakan insisi membutuhkan kerja sama anak. Anak kecil yang sulit diam mungkin memerlukan sedasi atau anestesi umum. Dalam survei medis di Korea, pilihan anestesi untuk tindakan bintitan/kalazion anak adalah anestesi lokal 50,0%, pemantauan sedasi (MAC) 23,8%, dan anestesi umum 16,2% (Shin 2025).
Metode apa pun tidak menjamin benjolan tidak akan kambuh lagi, karena tindakan ini tidak mengubah kecenderungan alami kelenjar minyak mata yang mudah tersumbat. Silakan simak Bagian 8.
Oleh karena itu, bagi pasien anak, langkah "memastikan penglihatan tidak terganggu sambil menunggu" sering kali lebih diutamakan daripada sekadar "menghilangkannya secepat mungkin secara agresif".
Metode penanganan terbaik ditentukan bersama dokter setelah mempertimbangkan ukuran benjolan, lokasi, usia, durasi timbulnya, serta hasil uji refraksi.
8. Anak yang sering kambuh bintitan — Perlu memeriksa kemungkinan blefaritis
Jika bintitan tidak hanya terjadi satu-dua kali melainkan bergantian di kedua mata setiap beberapa bulan, Anda tidak boleh hanya berfokus pada benjolannya saja, melainkan harus mengevaluasi kelainan kelopak mata yang mendasarinya.
Bintitan dan kalazion yang kerap kambuh sering kali merupakan tanda dari blefarokeratokonjungtivitis pediatrik (BKC)
(American Academy of Ophthalmology Disease Review).
BKC adalah kondisi di mana peradangan tepi kelopak mata meluas hingga mengenai kornea. Jika diagnosis terlambat, jaringan parut kornea dapat terbentuk dan menurunkan daya lihat secara permanen. Kondisi ini juga sering kali salah didiagnosis sebagai konjungtivitis alergi biasa
(EyeWiki, Blepharokeratoconjunctivitis of Childhood).
Bawalah anak untuk evaluasi menyeluruh jika mengalami tanda-tanda berikut:
Bintitan atau kalazion muncul berulang kali.
Mata sering tampak merah, anak sensitif terhadap cahaya (silau), atau sering mengucek mata.
Tepi kelopak mata selalu tampak merah dan terdapat serpihan seperti ketombe di pangkal bulu mata.
Kulit wajah (pipi dan hidung) mudah memerah (flushing).
Pada orang dewasa, kalazion yang berulang di tempat yang sama persis terkadang memerlukan biopsi untuk menyingkirkan keganasan seperti karsinoma kelenjar sebasea (Jordan 2023).
Hal ini sangat jarang terjadi pada anak-anak, tetapi jika Anda sebagai orang tua mengalami benjolan berulang di lokasi yang sama, pemeriksaan medis sangat dianjurkan.
9. Gejala yang harus segera dibawa ke rumah sakit
Jika terdapat salah satu dari gejala berikut, jangan menunggu di rumah dan segera kunjungi klinik spesialis mata pada hari yang sama:
Bengkak meluas ke seluruh area kelopak mata atau ke jaringan wajah di sekitar mata.
Anak mengalami demam, tampak lemas, atau tidak mau makan/minum.
Anak mengeluh sakit saat menggerakkan bola mata, atau bola mata tampak menonjol ke depan (proptosis).
Anak mengeluhkan penglihatan buram atau kesulitan mengambil/melihat barang.
Kelopak mata sangat bengkak hingga mata tidak dapat terbuka sama sekali.
Poin 1 dan 2 mengarah pada kecurigaan selulitis preseptal, sementara poin 3 hingga 5 merupakan tanda bahaya untuk selulitis orbita yang merupakan kondisi gawat darurat.
10. Kapan harus berkonsultasi ke dokter spesialis mata
Bintitan tetap nyeri dan bengkak setelah 1–2 minggu dilakukan kompres hangat.
Kalazion di bagian tengah kelopak mata atas berukuran 3 mm atau lebih, atau terdapat 2 benjolan atau lebih.
Ukuran kalazion semakin membesar.
Anak berusia sekitar 6 tahun memiliki kalazion yang tidak hilang selama beberapa bulan.
Bintitan atau kalazion sering kambuh.
Mata merah dan silau muncul secara bersamaan.
Pahami bahwa sebagian besar kasus bintitan tidak berbahaya dan dapat sembuh sendiri.
Jika tidak ada tanda-tanda khusus di atas, Anda dapat merawatnya di rumah dengan kompres hangat sembari memantaunya dengan tenang.
11. 5 Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q1. Apakah bintitan menular? Bolehkah anak tetap pergi ke sekolah atau daycare?
Bintitan sebagian besar disebabkan oleh flora bakteri normal dari kulit anak sendiri yang menyumbat kelenjar, sedangkan kalazion adalah peradangan steril akibat sumbatan kelenjar, bukan infeksi aktif. Penyakit ini tidak menular seperti epidemik keratokonjungtivitis. Namun, gunakan handuk dan bantal terpisah serta ajarkan anak untuk sering mencuci tangan. Harap pastikan kembali aturan izin sakit di sekolah atau tempat penitipan anak masing-masing. Jika mata anak merah padam disertai kotoran mata (belek) berlebih, kondisi tersebut mungkin konjungtivitis menular, sehingga memerlukan pemeriksaan dokter.
Q2. Nanah sudah terlihat, bukankah menusuknya akan membuatnya lebih cepat sembuh?
Jangan pernah memencet atau menusuknya sendiri di rumah. Tindakan tersebut dapat menyebabkan infeksi menyebar luas ke jaringan lunak di sekitarnya (Gurnani 2024).
Jika tidak kunjung pecah secara spontan dan semakin membesar, dokter di rumah sakit akan melakukan tindakan medis dengan prosedur desinfeksi steril.
Q3. Apakah cukup sembuh hanya dengan obat tetes mata?
Bintitan sederhana sebagian besar mereda hanya dengan kompres hangat dan menjaga kebersihan, sementara bukti klinis terkait manfaat obat tetes mata antibiotik masih terbatas (Gurnani 2024).
Kalazion bukan disebabkan oleh infeksi bakteri, sehingga biasanya tidak mengecil dengan obat tetes antibiotik. Dokter akan meresepkan obat hanya jika dinilai benar-benar diperlukan setelah pemeriksaan.
Q4. Kalazion sudah bertahan selama 3 bulan, apakah anak saya harus dioperasi?
Belum tentu. Kalazion pada anak sering kali memerlukan waktu berbulan-bulan untuk mereda, dan studi klinis menunjukkan bahwa 85,7% kasus pada anak sembuh melalui perawatan konservatif tanpa pembedahan (Yang 2024).
Namun, jika letaknya berada di tengah kelopak mata atas dan berukuran cukup besar, lakukan pemeriksaan refraksi dan ketajaman mata terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada astigmatisme yang dipicu oleh benjolan tersebut (Ouyang 2022).
Keputusan untuk terus menunggu atau melakukan tindakan medis akan didasarkan pada hasil pemeriksaan tersebut.
Q5. Apakah suntikan steroid aman untuk anak?
Studi berskala kecil menunjukkan bahwa waktu penyembuhan pasca-suntikan steroid pada anak dan dewasa hampir sama (rata-rata 2 hingga 3 minggu)
(Lee JWY et al., Sci World J, 2014; melibatkan 17 anak dan 24 dewasa).
Meski begitu, risiko hipopigmentasi kulit (kulit memutih) dan kebutuhan anak untuk tetap diam saat prosedur harus dipertimbangkan matang-matang.
Dokter akan mendiskusikan keuntungan serta potensi risikonya bersama orang tua sebelum memutuskan.
Tonton Lebih Lanjut di Video Kami
Penjelasan lengkap mengenai kesehatan mata anak dan penyakit kelopak mata juga tersedia di kanal YouTube Jin Eye Center.
Informasi St. Mary's Jin Eye Clinic
St. Mary's Jin Eye Center (성모진안과)
337 Gangnam-daero, Seocho-gu, Seoul (1329-10 Seocho-dong)
5 menit jalan kaki dari Pintu Keluar 5 Stasiun Gangnam · Tersedia parkir gratis di dalam gedung
📞 02-577-7782
Jam Operasional
Hari Kerja 09:00~18:00 (Istirahat makan siang 13:00~14:00)
Sabtu 09:00~15:00
Tutup pada hari Minggu dan hari libur nasional
Tim Medis: Dr. Park Jin-hyung (Dokter Spesialis Mata, Ph.D. dari Catholic University of Korea, Dosen Klinis Luar Biasa Departemen Oftalmologi Catholic University, Anggota Penuh KSCRS), Dr. Park Jae-hyun — 2 dokter spesialis mata berpengalaman dari Seoul St. Mary's Hospital
Layanan Oftalmologi Anak: Pemeriksaan bintitan & kalazion · Refraksi sikloplegik (waktu tunggu sekitar 1 jam) · Manajemen miopia anak (Myosmart, Myotect 0,05%, MiSight, lensa Dream) · Strabismus & Ambliopia
Pemberitahuan Informasi Medis: Tulisan ini disusun untuk tujuan pemberian informasi medis umum dan bukan merupakan pengganti diagnosis atau terapi individual oleh dokter. Pendekatan terapi untuk bintitan dan kalazion dapat bervariasi bergantung pada usia anak, lokasi, ukuran, durasi lesi, status refraksi, dan penyakit penyerta lainnya. Hasil penanganan dapat berbeda pada setiap pasien dan memiliki risiko efek samping serta kekambuhan. Jika anak Anda memiliki keluhan pada mata, segera lakukan konsultasi langsung dengan dokter spesialis mata.
Referensi
Gurnani B, Guier CP, Patel BC. Hordeolum (Stye). StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; updated 2024 Dec 11.
Jordan GA, Beier K. Chalazion. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; updated 2023 Jul 31.
Lindsley K, Nichols JJ, Dickersin K. Non-surgical interventions for acute internal hordeolum. Cochrane Database Syst Rev. 2017;1:CD007742.
Yang SA, Chambers CB, Kang MS, Ahn JH. Conservative treatment of chalazion in pediatric patients. J Craniofac Surg. 2024. doi:10.1097/SCS.0000000000010644.
Ouyang L, Chen X, Pi L, Ke N. Multivariate analysis of the effect of chalazia on astigmatism in children. BMC Ophthalmol. 2022;22:310.
Shin, Yoon, Choung, Lew. Management practice for hordeolum and chalazion: a survey of the Korean Society of Ophthalmic Plastic and Reconstructive Surgery (KSOPRS) members. Korean J Ophthalmol. 2025;39:222-240.
Goawalla A, Lee V. A prospective randomized treatment study comparing three treatment options for chalazia: triamcinolone acetonide injections, incision and curettage and treatment with hot compresses. Clin Exp Ophthalmol. 2007;35(8):706-712.
Ben Simon GJ, et al. Intralesional triamcinolone acetonide injection versus incision and curettage for primary chalazia: a prospective, randomized study. Am J Ophthalmol. 2011;151(4):714-718.
Lee JWY, Yau GSK, Wong MYY, Yuen CYF. A comparison of intralesional triamcinolone acetonide injection for primary chalazion in children and adults. Sci World J. 2014;2014:413729.
Elsayed, Al Kahtani. Chalazion management: evidence and questions. EyeNet Magazine (Ophthalmic Pearls), American Academy of Ophthalmology, 2015 Sep.
American Academy of Ophthalmology. Disease Review: Pediatric Eyelid Margin Disease — Blepharokeratoconjunctivitis and Chalazia.
EyeWiki (American Academy of Ophthalmology). Blepharokeratoconjunctivitis (BKC) of Childhood.