성모진안과 블로그

2026-09-18

Hasil Tes Penglihatan Anak 0,7? Miopia pada Siswa SD, Periksa Ini Sebelum Beli Kacamata

Mata anak 0,7 pada tes sekolah bukan sekadar perlu kacamata. Lakukan refraksi sikloplegik dan biometri sumbu bola mata untuk mencegah risiko kebutaan di masa depan.

Hasil Tes Penglihatan Anak 0,7? Miopia pada Siswa SD, Periksa Ini Sebelum Beli Kacamata
Hasil Tes Penglihatan Anak 0,7? Miopia pada Siswa SD, Periksa Ini Sebelum Beli Kacamata

Memasuki semester kedua, banyak orang tua menerima lembar hasil pemeriksaan penglihatan dari sekolah anak.

Jika Anda melihat angka seperti 0,7 atau 0,6 dan mulai bingung apakah harus membuatkan kacamata, ada satu hal yang wajib dipastikan terlebih dahulu sebelum ke toko kacamata.

Langsung ke intinya: anak dengan visus 0,7 atau lebih rendah sebaiknya tidak langsung ke optik, melainkan ke dokter spesialis mata untuk menjalani 'refraksi sikloplegik' dan 'pengukuran panjang sumbu bola mata (axial length)'.

Sebab, angka ketajaman visual saja tidak bisa memastikan apakah itu miopia sungguhan dan seberapa cepat miopia tersebut memburuk.

Halo, kami dari St. Mary Jin Eye Clinic.

Hari ini, kami akan merangkum secara berbasis bukti tentang cara membaca hasil tes penglihatan sekolah dan apa yang dapat dilakukan saat ini untuk memperlambat laju miopia pada anak.

[Daftar Isi]

Apa arti penglihatan 0,7?

Mengapa harus melihat 'panjang sumbu bola mata', bukan hanya tajam penglihatan?

Apa akibatnya jika miopia dibiarkan begitu saja?

4 metode untuk memperlambat perkembangan miopia

Metode mana yang tepat untuk anak saya?

Langkah pencegahan melalui gaya hidup

Pemeriksaan apa saja yang dilakukan di klinik mata?

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)


1. Apa arti penglihatan 0,7?

Angka 0,7 pada pemeriksaan sekolah adalah tajam penglihatan tanpa kacamata (unadided visual acuity).

Angka ini semata belum bisa dijadikan dasar diagnosis pasti.

Hasil Tes Penglihatan Anak 0,7? Miopia pada Siswa SD, Periksa Ini Sebelum Beli Kacamata 사진 2

Meskipun sama-sama 0,7, penyebabnya bisa sangat berbeda.

▶ Miopia sejati (true myopia) — Bola mata memanjang ke depan-belakang sehingga fokus jatuh di depan retina.

▶ Pseudomiopia (spasme akomodasi) — Otot pemfokus menegang sementara akibat melihat dekat terlalu lama. Ini bukan miopia sesungguhnya.

▶ Astigmatisme (silinder) / Hipermetropia (rabun dekat) — Bukan miopia, namun ketajaman visualnya menurun.

▶ Ambliopia (mata malas) / Strabismus (juling) — Kondisi di mana tajam penglihatan tidak mencapai optimal meski dikoreksi kacamata. Wajib diobati sebelum usia 8 tahun.

Secara khusus, daya akomodasi anak jauh lebih kuat daripada orang dewasa. Jika pemeriksaan dilakukan tanpa obat tetes pelumpuh akomodasi (sikloplegik), hasil miopia sering kali terukur lebih tinggi dari kondisi aslinya.

Jika kacamata dibuat dalam kondisi ini, anak akan mengenakan lensa dengan minus yang terlalu kuat (overkoreksi).

Oleh sebab itu, standar baku pemeriksaan miopia anak adalah refraksi sikloplegik (cycloplegic refraction).

Pemeriksaan ini tidak dapat dilakukan di optik biasa, melainkan hanya di klinik mata.


2. Mengapa harus melihat 'panjang sumbu bola mata', bukan hanya tajam penglihatan?

Ini adalah bagian terpenting dari ulasan ini.

Panjang sumbu bola mata (axial length) adalah ukuran panjang bola mata dari depan ke belakang.

Mata normal dewasa berukuran sekitar 24 mm, dan miopia terjadi ketika ukuran ini tumbuh lebih panjang dari normal.

Ketika miopia bertambah 1 dioptri (D), sumbu bola mata memanjang sekitar 0,3 hingga 0,4 mm.

Hasil Tes Penglihatan Anak 0,7? Miopia pada Siswa SD, Periksa Ini Sebelum Beli Kacamata 사진 3

Poin kuncinya adalah: sumbu bola mata yang sudah terlanjur memanjang tidak akan pernah bisa memendek kembali.

Resep kacamata bisa diganti kapan saja, namun bola mata yang memanjang tidak bisa dikembalikan ke ukuran semula.

Bola mata yang memanjang berarti retina yang melapisi bagian dalam bola mata tertarik dan menipis, yang berujung pada meningkatnya risiko penyakit penyebab kebutaan saat dewasa kelak.

Itulah sebabnya, tujuan tata laksana miopia anak saat ini telah bergeser: bukan lagi sekadar "menaikkan ketajaman penglihatan", melainkan "memperlambat laju pertumbuhan sumbu bola mata". Inilah alasan mengapa panjang sumbu bola mata perlu diukur setiap 6 bulan untuk memantau kurva pertumbuhannya.

Hasil Tes Penglihatan Anak 0,7? Miopia pada Siswa SD, Periksa Ini Sebelum Beli Kacamata 사진 4

3. Apa akibatnya jika miopia dibiarkan begitu saja?

Mari kita lihat data nyata. Menurut data yang dirilis Korean Ophthalmological Society pada November 2025:

▶ 30,8% siswa kelas 1 SD dan 74,8% siswa kelas 1 SMA mengalami gangguan penglihatan (visus tanpa kacamata ≤ 0,7)

▶ Angka gangguan penglihatan remaja melonjak dari 9% sekitar 40 tahun lalu menjadi 57% pada tahun 2024

▶ Persentase miopia tinggi pada pria usia 19 tahun mencapai 20,3%

Artinya, seorang anak mengalami miopia kini bukan lagi hal yang langka.

Masalah sesungguhnya adalah seberapa parah miopia tersebut nantinya.

Semakin tinggi minus miopia, risiko penyakit mata di usia dewasa akan melonjak berlipat ganda secara bertahap.

[Risiko Penyakit Mata Berdasarkan Derajat Miopia — Dibandingkan Mata Normal]

Derajat Miopia

Ablasio Retina

Degenerasi Makula Miopik

Glaukoma

Katarak

-1 s.d. -3D

3,1 kali

2,2 kali

2,3 kali

2,1 kali

-3 s.d. -5D

9,0 kali

9,7 kali

3,3 kali

3,1 kali

-5 s.d. -7D

21,5 kali

40,6 kali

3,3 kali

5,5 kali

≥ -7D

44,2 kali

126,8 kali

—

—

(Flitcroft DI, Progress in Retinal and Eye Research, 2012)

Hasil Tes Penglihatan Anak 0,7? Miopia pada Siswa SD, Periksa Ini Sebelum Beli Kacamata 사진 5

Jika ditinjau dari panjang sumbu bola mata, korelasinya jauh lebih jelas. Dalam studi yang menganalisis lebih dari 10.000 orang di Eropa, risiko gangguan penglihatan yang tidak dapat dikoreksi meningkat drastis begitu panjang sumbu bola mata melampaui 26 mm.

[Risiko Gangguan Penglihatan Berdasarkan Panjang Sumbu Bola Mata]

Panjang Sumbu Bola Mata

Risiko Gangguan Penglihatan Usia 60

Prevalensi Gangguan Penglihatan Usia 75

24~26 mm

Baseline (1 kali)

4%

26~28 mm

2 kali

25%

28~30 mm

11 kali

27%

≥ 30 mm

25 kali

90%

(Tideman JW et al., JAMA Ophthalmology, 2016)

Kesimpulannya, penanganan miopia pada anak bukan semata-mata soal mencocokkan lensa kacamata, melainkan upaya preventif dini untuk mengurangi risiko kebutaan saat anak memasuki usia 60 hingga 70 tahun.

Dan masa intervensi tersebut hanya bisa dilakukan pada periode emas pertumbuhan bola mata—yaitu saat ini.


4. 4 Metode untuk Memperlambat Perkembangan Miopia

Saat ini terdapat empat metode yang telah terbukti secara ilmiah di tingkat internasional.

Klinik kami menyediakan keempat metode ini dan memilih opsi yang paling ideal berdasarkan usia anak, derajat miopia, kecepatan pemanjangan sumbu bola mata, serta pola aktivitas harian.

Hasil Tes Penglihatan Anak 0,7? Miopia pada Siswa SD, Periksa Ini Sebelum Beli Kacamata 사진 6

① Lensa Kacamata Pengontrol Miopia — MiYOSMART (Teknologi DIMS)

Sekilas tampak seperti kacamata biasa, tetapi lensa khusus ini memiliki susunan segmen defokus konveks mikro di area periferal untuk menarik titik fokus periferal ke depan retina.

Berikut hasil uji klinis acak terkontrol (RCT) selama 2 tahun oleh The Hong Kong Polytechnic University pada 183 anak usia 8–13 tahun:

​

MiYOSMART

Kacamata Monofokal Standar

Perkembangan Miopia (2 thn)

-0,41D

-0,85D

Pertambahan Sumbu Mata (2 thn)

0,21 mm

0,55 mm

(Lam CSY et al., British Journal of Ophthalmology, 2020)

Berdasarkan panjang sumbu bola mata, laju perkembangannya terhambat hingga sekitar 60% dibanding kelompok kontrol, dan 21% anak tidak mengalami perburukan miopia sama sekali selama 2 tahun.

Efektivitas ini terbukti bertahan pada tindak lanjut jangka panjang 6 tahun, tanpa adanya fenomena lonjakan kembali (rebound effect) yang signifikan setelah penghentian.

□ Kelebihan — Anak cukup mengenakan kacamata seperti biasa.

Bebas dari risiko infeksi dan paling mudah diterima oleh anak.

Dapat dimulai sejak usia sangat muda.

□ Keterbatasan — Harus dipakai terus-menerus selama anak terjaga.

Dalam studi, rata-rata durasi pemakaian mencapai 15 jam per hari.

Efektivitas akan berkurang drastis jika anak sering melepas kacamata saat di rumah.

Penyetelan (fitting) bingkai kacamata sangat krusial agar pusat lensa pas sejajar dengan pupil.

② Obat Tetes Atropin Dosis Rendah — Myotect 0,05%

Merupakan obat tetes mata yang digunakan satu tetes di malam hari sebelum tidur. Studi LAMP oleh The Chinese University of Hong Kong membandingkan konsentrasi 0,01%, 0,025%, dan 0,05%, menyimpulkan bahwa konsentrasi 0,05% adalah yang paling optimal dan efektif.

[Hasil Kumulatif 5 Tahun Studi LAMP — Berdasarkan Konsentrasi]

Konsentrasi

Perkembangan Miopia (Spherical Equivalent)

Pertambahan Sumbu Bola Mata

0,05%

-1,34D

0,79 mm

0,025%

-1,97D

1,11 mm

0,01%

-2,34D

1,24 mm

(Yam JC et al., Ophthalmology — LAMP Study Phase 4, 2024)

Sebelumnya di Korea Selatan, izin edar umumnya terbatas pada konsentrasi 0,125%, sehingga sulit meresepkan konsentrasi 0,05% yang menunjukkan efikasi terbaik dalam studi.

Namun, pada Januari 2026, Myotect Eye Drops 0,05% dari Taejoon Pharmaceutical resmi mendapatkan izin di Korea, dan kini klinik kami aktif meresepkan dosis 0,05% ini.

□ Kelebihan — Sangat praktis karena anak hanya perlu ditetesi satu tetes per hari sehingga beban kepatuhan minimal.

Bisa dikombinasikan dengan kacamata atau lensa kontak, serta dapat diberikan pada anak dengan onset miopia di usia sangat dini.

□ Keterbatasan — Efek samping yang paling sering muncul adalah sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia/silau), yang relatif lebih banyak dilaporkan pada kelompok 0,05%.

Penglihatan jarak dekat terkadang bisa sedikit buram.

Selain itu, penghentian mendadak dapat menyebabkan percepatan laju miopia kembali.

Pada penelitian LAMP, sebanyak 87,9% anak yang menghentikan terapi pada tahun ke-3 akhirnya membutuhkan terapi ulang.

③ Lensa Kontak Lunak Pengontrol Miopia — MiSight 1 day

Lensa kontak harian sekali pakai yang digunakan pada siang hari.

Lensa ini memiliki zona bifokal konsentris yang mempertahankan ketajaman penglihatan sekaligus memblokir sinyal pemicu pemanjangan bola mata.

Karena diganti baru setiap hari, risiko infeksi dan kerumitan perawatannya sangat minim.

Berikut hasil uji klinis acak 3 tahun pada anak usia 8–12 tahun:

▶ Menghambat perkembangan miopia sebesar 59% (perkembangan 0,73D lebih rendah dibanding kelompok kontrol)

▶ Menghambat pertambahan panjang sumbu bola mata sebesar 52% (0,32 mm lebih rendah dibanding kelompok kontrol)

(Chamberlain P et al., Optometry and Vision Science, 2019)

Pada studi lanjutan hingga 6 tahun, kelompok yang mengenakan lensa sejak awal selama 6 tahun mengalami penambahan panjang sumbu mata hanya 0,49 mm, sedangkan kelompok yang baru mulai 3 tahun kemudian bertambah 0,81 mm. Bukti ini menegaskan bahwa intervensi yang dimulai lebih awal memberikan hasil yang jauh lebih optimal.

(Chamberlain P et al., Optometry and Vision Science, 2022)

□ Kelebihan — Bebas beraktivitas tanpa kacamata di siang hari, sangat cocok untuk anak yang aktif berolahraga.

Karena bersifat sekali pakai harian, tidak perlu dicuci dan adaptasinya jauh lebih mudah dibandingkan lensa ortokeratologi (Dream Lens).

Bisa dihentikan kapan saja jika anak merasa tidak cocok.

□ Keterbatasan — Anak harus mampu memasang dan melepas lensa kontak secara mandiri.

Protokol studi mensyaratkan pemakaian minimal 6 hari seminggu dengan durasi 13 jam sehari untuk hasil yang efektif.

Kurang cocok untuk anak dengan astigmatisme (silinder) tinggi.

④ Lensa Kontak Ortokeratologi — Dream Lens (Orthokeratology)

Metode penggunaan lensa kontak keras saat tidur di malam hari untuk meratakan kelengkungan kornea secara temporer, sehingga anak dapat beraktivitas normal tanpa kacamata maupun lensa kontak di siang hari.

□ Efektivitas — Berbagai meta-analisis melaporkan pengurangan pertambahan sumbu bola mata sekitar 0,25 mm selama 2 tahun.

□ Kelebihan — Siang hari terbebas penuh dari alat bantu optik.

Sangat ideal bagi anak yang aktif berenang, olahraga fisik intens, atau sulit merawat lensa kontak di siang hari.

□ Keterbatasan — Karena digunakan semalaman saat tidur, risiko keratitis infeksius tidak dapat diabaikan sepenuhnya.

Studi tahun 2024 yang memantau 1.438 pasien di 4 rumah sakit di Jepang mencatat angka kejadian keratitis mikroba sebesar 5,4 kasus per 10.000 person-years—setara atau sedikit lebih rendah dibanding lensa kontak lunak harian.

Namun, angka keselamatan ini hanya tercapai jika protokol pembersihan higienis dan kontrol rutin dipatuhi secara ketat.

Beberapa anak mungkin tidak cocok sejak awal karena kelengkungan kornea atau pola silinder tertentu, sehingga pemeriksaan topografi kornea wajib dilakukan sebelum menentukan kelayakan.

※ Perlu diingat bahwa tidak ada satu pun dari keempat metode di atas yang dapat menyembuhkan total atau mengembalikan miopia yang sudah ada.

Seluruhnya bertujuan untuk "memperlambat laju perkembangan", dan respons tubuh setiap anak dapat bervariasi.

Dalam setiap penelitian, terdapat sekitar 10% kasus non-responder yang tidak menunjukkan respons signifikan.

Oleh sebab itu, prinsip utama penanganan adalah mengukur panjang sumbu bola mata secara objektif setiap 6 bulan untuk memvalidasi efektivitas terapi, serta menyesuaikan atau mengombinasikan metode terapi jika dirasa perlu.

Hasil Tes Penglihatan Anak 0,7? Miopia pada Siswa SD, Periksa Ini Sebelum Beli Kacamata 사진 7

5. Metode Mana yang Paling Tepat untuk Anak Saya?

Ini adalah pertanyaan yang paling sering diajukan oleh orang tua.

Berikut adalah acuan dasar yang kami gunakan dalam praktik klinis:

Kondisi Anak

Pertimbangan Prioritas

Usia 6–8 tahun, belum siap memakai lensa

Kacamata MiYOSMART atau Tetes Mata Myotect

Miopia berkembang sangat cepat (>1D per tahun)

Pertimbangkan Kombinasi Kacamata/Lensa + Atropin

Sangat aktif berolahraga, kacamata mengganggu

MiSight atau Dream Lens

Anak belum bisa memakai lensa kontak sendiri

Kacamata MiYOSMART + Tetes Mata Myotect

Enggan pakai kacamata & lensa di siang hari

Dream Lens

Memiliki astigmatisme (silinder) tinggi

Pemeriksaan topografi kornea dahulu (indikasi Dream Lens mungkin terbatas)

Belum miopia, namun orang tua miopia

Aktivitas luar ruangan + Pemantauan sumbu bola mata tiap 6 bulan

Kunci keberhasilan terapi adalah memilih opsi yang realistis dan dapat ditaati oleh anak secara konsisten.

Sebagus apa pun hasil uji klinis suatu metode, manfaatnya menjadi nol jika anak menolak menggunakannya.

Itulah sebabnya dalam sesi konsultasi pertama, kami selalu menggali rutinitas harian anak secara terperinci.


6. Langkah Pencegahan Melalui Gaya Hidup

Di luar pengobatan dan alat optik, terdapat satu modifikasi kebiasaan hidup dengan basis bukti medis yang sangat solid: aktivitas luar ruangan (outdoor activity).

Hasil Tes Penglihatan Anak 0,7? Miopia pada Siswa SD, Periksa Ini Sebelum Beli Kacamata 사진 8

Sebuah studi acak terkontrol di Guangzhou, Tiongkok, memantau sekitar 1.900 siswa sekolah dasar selama 3 tahun.

Dengan menambahkan sesi aktivitas luar ruangan selama 40 menit per hari di sekolah, didapatkan hasil:

▶ Insidensi miopia baru dalam 3 tahun: 30,4% pada kelompok intervensi vs 39,5% pada kelompok kontrol

(He M et al., JAMA, 2015)

Meskipun tidak secara signifikan memperlambat perburukan pada mata yang sudah terlanjur miopia, aktivitas luar ruangan terbukti nyata mencegah atau menunda munculnya miopia pada anak yang matanya masih normal.

Poin pentingnya bukan pada intensitas olahraganya, melainkan durasi paparan cahaya alami luar ruangan yang terang. Durasi yang disarankan adalah minimal 2 jam per hari di luar ruangan.

Kebiasaan baik lain yang perlu dijaga:

Aturan 20-20-20 — Setiap 20 menit melihat dekat, istirahatkan mata dengan memandang jarak 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.

Jaga jarak baca buku atau layar gawai minimal 30 cm.

Hindari membaca sambil tengkurap — Posisi ini membuat satu mata lebih dekat ke objek, memicu perbedaan minus mata kanan dan kiri (anisometropia).

Hindari melihat layar gawai di ruangan gelap.

Hasil Tes Penglihatan Anak 0,7? Miopia pada Siswa SD, Periksa Ini Sebelum Beli Kacamata 사진 9

7. Pemeriksaan Apa Saja yang Dilakukan di Klinik Mata?

Pada kunjungan perdana, rangkaian evaluasi diagnostik umumnya meliputi:

Jenis Pemeriksaan

Tujuan Evaluasi

Tajam Penglihatan Tanpa/Dengan Koreksi

Tingkat visus mata saat ini

Autorefraktometer

Estimasi kasar derajat refraksi

Refraksi Sikloplegik

Mengetahui minus sejati dengan menyingkirkan pseudomiopia

Biometri Sumbu Bola Mata (Axial Length)

Panjang anteroposterior bola mata — nilai dasar acuan progresivitas

Topografi Kornea

Kelengkungan kornea, astigmatisme, kelayakan pemakaian lensa kontak

Tes Strabismus & Stereopsis

Evaluasi keselarasan bola mata dan persepsi binokular 3D

Pemeriksaan Funduskopi

Kesehatan dan keutuhan lapisan retina

Untuk refraksi sikloplegik, anak akan diberikan obat tetes mata dan perlu menunggu sekitar 1 jam hingga otot akomodasi relaksasi penuh.

Setelah pemeriksaan, pupil akan membesar sehingga mata silau dan pandangan dekat menjadi buram selama beberapa jam.

Sebaiknya jadwalkan pemeriksaan pada hari bebas ujian atau les privat, dan luangkan waktu yang cukup. Membawa kacamata hitam atau topi akan sangat membantu kenyamanan anak saat perjalanan pulang.

Menetapkan data dasar (baseline) panjang sumbu bola mata pada kunjungan awal sangat krusial, agar evaluasi ulang tiap 6 bulan dapat membuktikan secara objektif apakah bola mata anak bertumbuh lebih cepat dibandingkan rata-rata anak seusianya.

Tanpa data dasar ini, dokter sulit menentukan kapan terapi harus dimulai dan mengevaluasi efektivitas terapi yang sedang berjalan.


8. Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q. Benarkah memakai kacamata membuat minus mata bertambah parah?

Mitos yang keliru.

Justru memakai kacamata dengan resep yang tidak akurat, atau menahan diri tidak memakai kacamata padahal membutuhkan, dapat mempercepat perkembangan miopia.

Perburukan miopia terjadi karena pertumbuhan sumbu bola mata secara alami selama masa perkembangan fisik, bukan dipicu oleh kacamata.

Q. Kapan pertambahan miopia akan berhenti?

Bervariasi antarindividu, tetapi biasanya mulai stabil di usia 18–20 tahun seiring berhentinya pertumbuhan fisik.

Periode pertumbuhan tercepat terjadi pada usia sekolah dasar, sehingga manfaat intervensi medis paling optimal dicapai pada rentang usia ini.

Q. Cukupkah hanya memakai kacamata MiYOSMART, atau perlu ditambah obat tetes?

Tergantung pada kecepatan progresivitasnya.

Jika pertambahan panjang sumbu bola mata stabil di bawah 0,2 mm per tahun, kacamata saja biasanya sudah memadai. Namun jika lebih cepat dari itu, terapi kombinasi dengan atropin dosis rendah sangat dipertimbangkan.

Terapi kombinasi terbukti memberikan efektivitas sinergis pada beberapa profil kasus, tetapi keputusannya harus disesuaikan dengan indikasi klinis masing-masing anak.

Q. Apa perbedaan mendasar antara MiSight dan Dream Lens?

MiSight adalah lensa kontak lunak harian yang dipakai siang hari dan langsung dibuang malam harinya. Dream Lens adalah lensa kontak keras yang dipakai hanya saat tidur malam dan dilepas di pagi hari.

MiSight tidak memerlukan pencucian sehingga lebih higienis dan fleksibel untuk dihentikan kapan saja, namun lensa harus menempel di mata sepanjang siang. Sebaliknya, Dream Lens membebaskan anak sepenuhnya di siang hari tanpa kacamata maupun lensa, namun membutuhkan pembersihan harian yang sangat disiplin serta pemeriksaan berkala yang ketat.

Tingkat efikasi keduanya dalam mengendalikan progresivitas miopia dilaporkan relatif sebanding.

Q. Jika pemakaian atropin dosis rendah dihentikan, apakah minus akan melonjak lagi?

Derajat miopia yang sudah tertahan tidak akan kembali, tetapi laju pertambahan dapat meningkat lagi pasca penghentian.

Dalam studi LAMP, sebanyak 87,9% anak yang berhenti terapi pada tahun ke-3 harus memulai terapi ulang.

Disarankan memulai terapi dengan komitmen untuk melanjutkannya hingga masa pertumbuhan anak stabil.

Q. Sejak usia berapa anak boleh mulai memakai lensa kontak?

Tidak ada batas usia mutlak; patokan utamanya adalah kesiapan anak untuk memasang dan melepas lensa secara mandiri serta higienis.

Uji klinis MiSight melibatkan anak mulai usia 8 tahun, sedangkan Dream Lens lazimnya dimulai pada anak usia SD kelas menengah ke atas.

Untuk usia yang lebih muda, peran serta penuh orang tua dalam merawat dan memasangkan lensa setiap hari mutlak diperlukan.

Q. Penglihatan anak saya masih 1,0 (normal), apakah tetap perlu diperiksa?

Pertumbuhan abnormal panjang sumbu bola mata sering kali dimulai mendahului penurunan tajam penglihatan.

Jika salah satu atau kedua orang tua memiliki riwayat miopia (terutama miopia tinggi), sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan dasar panjang sumbu bola mata satu kali saat anak berusia 6–7 tahun, meski penglihatannya tampak normal sempurna.


https://youtu.be/LZeSlnO50hU?si=uZtyG-Aki0EpdKl0

Penjelasan lebih mendalam mengenai miopia anak dapat Anda simak melalui video di playlist 'Miopia Anak' pada kanal YouTube resmi St. Mary Jin Eye Clinic, 'Jjin Eye Clinic'.

https://www.youtube.com/playlist?list=PL14PKwDUN1v0QBadayd9BQH4rXDsj40BQ


Penutup

Hasil pemeriksaan mata dari sekolah bukanlah lembar diagnosis final, melainkan sinyal peringatan agar orang tua segera mengajak anak berkonsultasi ke klinik spesialis mata.

Yang terpenting bukan sekadar angka 0,7, melainkan seberapa cepat sumbu bola mata di balik angka tersebut memanjang.

Miopia tidak bisa disembuhkan secara permanen, tetapi seberapa tinggi minus yang akan dialami anak saat dewasa dapat kita ubah dengan intervensi sedini mungkin.

Dan kesempatan emas tersebut hanya ada selama anak masih dalam masa pertumbuhan.

Silakan hubungi klinik kami jika ada pertanyaan lebih lanjut.


St. Mary Jin Eye Clinic

Lantai 1, 4, 5, 337 Gangnam-daero, Seocho-gu, Seoul (1329-10 Seocho-dong)

5 menit jalan kaki dari Stasiun Gangnam Pintu Keluar 5 · Parkir gratis tersedia di gedung

Jam Pelayanan Medis:

Hari Kerja: 09.00 ~ 18.00 (Istirahat siang: 13.00 ~ 14.00)

Sabtu: 09.00 ~ 15.00 (Tanpa istirahat siang)

Minggu dan Hari Libur Nasional: Tutup

Telepon: 02-577-7782

성모진안과의원 서울특별시 서초구 강남대로 337 1층, 4층, 5층 이 블로그의 체크인 이 장소의 다른 글

※ Artikel ini ditujukan semata-mata untuk memberikan informasi medis umum dan tidak menggantikan proses diagnosis maupun terapi oleh dokter spesialis. Efikasi dan efek samping dari setiap modalitas terapi dapat bervariasi antarindividu, dan penentuan rencana perawatan wajib diputuskan melalui konsultasi medis langsung dengan dokter spesialis mata.

[Referensi]

Korean Ophthalmological Society 55th Eye Day Fact Sheet (2025)

Flitcroft DI. Prog Retin Eye Res. 2012

Tideman JW et al. JAMA Ophthalmol. 2016

Lam CSY et al. Br J Ophthalmol. 2020 (DIMS)

Yam JC et al. LAMP Study Phase 4. Ophthalmology. 2024

Chamberlain P et al. Optom Vis Sci. 2019 / 2022 (MiSight)

Hiraoka T et al. Jpn J Ophthalmol. 2024

He M et al. JAMA. 2015

Like

Info Klinik

Detail
성모진안과 Klinik · 서울
No. Registrasi Usaha 510-93-14736