성모진안과 블로그

2026-09-29

Tertidur Saat Masih Memakai Lensa Kontak — Gejala Peringatan Keratitis dan Kapan Harus Segera ke Dokter

Tertidur memakai lensa kontak meningkatkan risiko infeksi kornea hingga 8 kali lipat. Kenali 4 tanda bahaya, cara tepat melepas lensa, dan kapan harus segera ke dokter mata.

Tertidur Saat Masih Memakai Lensa Kontak — Gejala Peringatan Keratitis dan Kapan Harus Segera ke Dokter
Tertidur Saat Masih Memakai Lensa Kontak — Gejala Peringatan Keratitis dan Kapan Harus Segera ke Dokter

Mari kita mulai langsung dari intinya.

Jika Anda tidak sengaja tertidur sekali saat masih memakai lensa kontak, sebagian besar tidak akan langsung menjadi masalah besar.

Sering kali, melepas lensa di pagi hari dan mengistirahatkan mata selama sehari sudah cukup untuk memulihkannya.

Namun, kemungkinan terjadinya komplikasi jelas meningkat drastis.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyatakan bahwa kebiasaan tidur dengan lensa kontak meningkatkan risiko infeksi mata terkait lensa sebesar 6 hingga 8 kali lipat (CDC, MMWR, 2018;67(32)).

Sebuah survei nasional di Australia melaporkan bahwa kejadian keratitis mikroba pada pemakai lensa kontak lunak harian hanya 1,9 per 10.000 pemakai per tahun, sedangkan pada mereka yang tetap memakainya saat tidur di malam hari mencapai 19,5 per 10.000 — meningkat sekitar 10 kali lipat (Stapleton F et al., Ophthalmology, 2008;115(10):1655-1662).

Oleh karena itu, pagi ini ada empat hal penting yang perlu Anda periksa:

① Nyeri tajam seperti menusuk

② Mata merah yang tidak membaik meski lensa telah dilepas

③ Pandangan kabur atau berkabut

④ Sensitif terhadap cahaya (sulit membuka mata di tempat terang).

Jika terdapat salah satu dari gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter mata hari ini juga.

Jika tidak ada satu pun dari keempat gejala tersebut, istirahatkan mata dari penggunaan lensa kontak selama sehari dan pantau perkembangannya.


Daftar Isi

Saya tertidur sekali saat memakai lensa. Apakah ini bahaya?

Mengapa tidur dengan lensa kontak meningkatkan risiko?

Apa yang harus dilakukan sekarang?

Empat gejala peringatan yang mewajibkan Anda segera ke klinik mata

Hanya mata merah tanpa rasa nyeri — bisakah dipantau dulu?

Jika rasa nyeri luar biasa hebat — Acanthamoeba dan air

Apakah penglihatan akan kembali normal setelah keratitis sembuh?

Bagaimana dengan lensa harian (one-day disposable), bukankah lebih aman?

Mengapa lensa kontak warna dan lensa impor tidak resmi lebih berisiko?

Dream lens (orthokeratology) dipakai saat tidur, mengapa dianggap aman?

Jika lensa terasa sering mengganjal — hal yang perlu dipastikan sebelum koreksi penglihatan

Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami kondisi ini

5 Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)


1. Saya tertidur sekali saat memakai lensa. Apakah ini bahaya?

Sebagian besar baik-baik saja.

Bagi pemakai lensa kontak, tertidur karena lembur kerja, setelah minum, atau berbaring sebentar hingga pagi adalah hal yang cukup sering dialami.

Namun, ini bukan berarti tindakan ini "aman", melainkan hanya **"risikonya kecil untuk satu kejadian tunggal"**.

Survei skala nasional di Australia melaporkan insiden tahunan keratitis mikroba (infeksi kornea akibat bakteri, jamur, atau amuba) berdasarkan pola pemakaian sebagai berikut:

Pola Pemakaian

Insiden Tahunan per 10.000 Orang

Lensa keras (RGP) pemakaian harian

1,2 orang

Lensa lunak (softlens) pemakaian harian

1,9 orang

Lensa sekali pakai (one-day)

2,0 orang

Lensa lunak pemakaian diperpanjang (dipakai saat tidur)

19,5 orang

Silikon hidrogel pemakaian diperpanjang

25,4 orang

Stapleton F et al., Ophthalmology, 2008;115(10):1655-1662

Dalam survei yang sama, kasus kehilangan penglihatan permanen tercatat sebesar 0,6 per 10.000 orang.

Meski angkanya tampak kecil, jika Anda termasuk dalam 0,6 orang tersebut, kerusakan penglihatan sering kali tidak dapat dipulihkan.

Perlu dicatat satu hal lagi.

Pada tabel di atas, pemakaian silikon hidrogel hanya di siang hari pun mencatat insiden 11,9 orang. Ini membuktikan bahwa bahan lensa yang lebih canggih tidak serta merta menjamin keamanan total.

Klaim bahwa "lensa ini memiliki permeabilitas oksigen tinggi sehingga aman dipakai tidur" tidak didukung oleh data klinis ini.

Tertidur Saat Masih Memakai Lensa Kontak — Gejala Peringatan Keratitis dan Kapan Harus Segera ke Dokter 사진 2
Tertidur Saat Masih Memakai Lensa Kontak — Gejala Peringatan Keratitis dan Kapan Harus Segera ke Dokter 사진 3

Berdasarkan enam kasus yang dilaporkan oleh CDC AS antara tahun 2016 hingga 2018, keenam pasien tersebut tertidur saat masih mengenakan lensa kontak, dan dua di antaranya akhirnya harus menjalani transplantasi kornea.

Dua kasus di antaranya disebabkan oleh lensa kontak warna tanpa minus (plano) (CDC, MMWR, 2018;67(32)).


2. Mengapa tidur dengan lensa kontak meningkatkan risiko?

Kornea mata tidak memiliki pembuluh darah.

Kornea menerima oksigen secara langsung dari air mata dan udara luar.

Ketika mata terpejam, kontak langsung dengan udara terhenti. Jika ditambah lapisan lensa kontak di atasnya, suplai oksigen dan sirkulasi air mata akan berkurang drastis.

Akibatnya, epitel kornea (lapisan terluar kornea) menjadi rapuh dan melemah.

Epitel kornea adalah benteng pertahanan utama terhadap mikroba.

Saat benteng ini rusak, bakteri yang menempel pada permukaan lensa kontak dapat dengan mudah menginvasi kornea, memicu terjadinya infeksi serius alih-alih iritasi biasa.

Ulasan literatur di Korea juga menyoroti penggunaan lensa kontak saat tidur sebagai faktor risiko paling krusial untuk keratitis bakteri.

(Cho Kyung-jin, Ann Optom Contact Lens, 2021;20(4):140-143).

Tertidur Saat Masih Memakai Lensa Kontak — Gejala Peringatan Keratitis dan Kapan Harus Segera ke Dokter 사진 4

Jika infeksi berlanjut, area di bawah epitel yang rusak akan berubah menjadi bercak keruh keputihan.

Inilah yang disebut infiltrat kornea, dan jika berkembang lebih dalam, menjadi ulkus kornea.

Ulkus kornea yang sembuh akan meninggalkan jaringan parut permanen.


3. Apa yang harus dilakukan sekarang?

Jika Anda terbangun di pagi hari dan menyadari lensa kontak masih menempel di mata, ikuti langkah berikut:

Jangan mencabutnya secara paksa. Lensa yang mengering semalaman dapat menempel erat pada kornea. Mencabutnya paksa bisa merobek lapisan epitel kornea.

Teteskan air mata buatan (artificial tears) beberapa kali, tunggu beberapa menit hingga lensa bergerak leluasa, lalu lepaskan perlahan.

Jangan gunakan lensa kontak lagi pada hari tersebut. Sebaiknya gunakan kacamata sepanjang hari.

Jangan sembarangan menggunakan sisa obat tetes mata di rumah, terutama obat tetes steroid terdahulu. Pada kondisi infeksi, steroid dapat menutupi gejala peradangan sekaligus memperparah perkembangbiakan kuman.

Periksa empat gejala peringatan pada bagian 4.

Saat datang memeriksakan diri ke klinik, bawalah lensa yang Anda kenakan, wadah lensa, dan cairan pembersihnya. Ini sangat membantu dokter dalam mengidentifikasi penyebab masalah.

Jangan dibuang, bawalah langsung ke klinik.


4. Empat gejala peringatan yang mewajibkan Anda segera ke klinik mata

Tertidur Saat Masih Memakai Lensa Kontak — Gejala Peringatan Keratitis dan Kapan Harus Segera ke Dokter 사진 5

① Nyeri menusuk: Bukan sekadar rasa pegal atau lelah, melainkan sensasi nyeri tajam, menusuk, atau berdenyut.

Ini sangat berbeda dari mata kering biasa.

② Mata merah yang tidak membaik meski lensa telah dilepas: Jika setelah satu hingga dua jam dilepas mata tetap merah pekat, atau hanya satu mata yang sangat merah, jangan diabaikan.

③ Pandangan berkabut atau buram: Jika setelah menyeka air mata pandangan tetap buram, kemungkinan kornea itu sendiri telah mengalami kekeruhan.

④ Sangat sensitif terhadap cahaya (silau): Kombinasi mata silau dan berair terus-menerus adalah gejala klasik adanya gangguan pada kornea.

Jika Anda merasakan salah satu saja dari keempat gejala ini, segeralah ke dokter mata hari ini.

Keratitis bakteri dapat memburuk dan masuk ke lapisan dalam hanya dalam hitungan 1–2 hari.

Sering kali kami menjumpai kasus di mana pasien menunda berobat karena terhalang akhir pekan, lalu datang pada hari Senin dengan infeksi yang sudah meluas secara signifikan.


5. Hanya mata merah tanpa rasa nyeri — bisakah dipantau dulu?

Jika tidak ada rasa nyeri, tajam penglihatan normal, dan tidak sensitif terhadap cahaya, Anda dapat mengistirahatkan mata dari lensa dan memantaunya selama sekitar 24 jam.

Pada banyak kasus, keluhan memang dapat mereda dengan sendirinya.

Namun, harap perhatikan dua hal berikut:

Pertama, pada tahap awal, perbedaannya sulit terlihat dari luar.

Mata merah akibat hipoksia (kurang oksigen) dan infeksi yang baru mulai bisa terlihat persis sama di pagi hari pertama.

Waktu yang akan membuktikannya.

Jika 24 jam setelah lensa dilepas mata masih merah atau semakin merah, segera periksakan diri.

Kedua, jika keluar banyak kotoran mata (belek) dan gejala bermula dari satu mata lalu menular ke mata lainnya, bisa jadi itu bukan komplikasi lensa, melainkan konjungtivitis virus menular.

Kedua kondisi ini membutuhkan penanganan medis yang sama sekali berbeda.

Dan satu hal yang mutlak DILARANG:

Meneteskan obat tetes pereda mata merah (vasokonstriktor) lalu memakai lensa kembali.

Langkah ini hanya menyamarkan warna merah sementara penyakit dasarnya terus memburuk tanpa disadari.


6. Jika rasa nyeri luar biasa hebat — Acanthamoeba dan air

Ada penyakit penting yang wajib diwaspadai ketika rasa nyeri terasa jauh lebih parah daripada kelainan yang terlihat dari luar.

Kondisi tersebut adalah keratitis Acanthamoeba.

Acanthamoeba adalah amuba bebas yang umum ditemukan di air keran, air sungai, kolam renang, dan pemanas air.

Jika amuba ini menginfeksi kornea, pengobatannya membutuhkan waktu sangat lama dan sangat sulit disembuhkan.

CDC mencatat bahwa infeksi ini dapat memerlukan terapi intensif lebih dari 1 tahun, serta dapat berujung pada transplantasi kornea atau kebutaan.

Parameter

Data yang Dilaporkan

Terjadi pada pengguna lensa kontak

Hingga 93%

Salah didiagnosis pada tahap awal

75–90% (47,6% di antaranya salah dikira herpes)

Infiltrat cincin khas tampak pada fase lanjut

Sekitar 50%

Kontaminasi amuba pada wadah lensa pemakai tanpa gejala

4–10%

Tiga parameter pertama: StatPearls, Acanthamoeba Keratitis / Parameter terakhir: Cho Kyung-jin, 2021 (dikutip kembali)

Tertidur Saat Masih Memakai Lensa Kontak — Gejala Peringatan Keratitis dan Kapan Harus Segera ke Dokter 사진 6

Fakta penting dari penyakit ini adalah 7 hingga 8 dari 10 pasien salah didiagnosis pada awalnya.

Oleh karena itu, Anda harus memberi tahu dokter di ruang praktik: "Saya sempat tidur memakai lensa" atau "Lensa saya terkena air".

Informasi sederhana ini dapat mengubah arah diagnosis secara tepat.

Air dan lensa kontak tidak boleh bertemu

Tertidur Saat Masih Memakai Lensa Kontak — Gejala Peringatan Keratitis dan Kapan Harus Segera ke Dokter 사진 7

Situasi

Tindakan yang Tepat

Mandi / Berendam

Lepas lensa kontak sebelum masuk ke kamar mandi

Berenang / Waterpark

Kacamata renang saja tidak cukup memberikan perlindungan

Air keran / Air dispenser

Jangan digunakan untuk mencuci lensa atau wadahnya

Jika terkena cipratan air

Lepas lensa sesegera mungkin

CDC, Healthy Contact Lens Wear and Care

CDC menegaskan bahwa "lensa kontak dan air adalah kombinasi yang berbahaya".

Paparan air dapat menimbulkan luka mikroskopis pada kornea yang menjadi pintu masuk ideal bagi mikroba patogen.

Cuci wadah lensa kontak hanya dengan cairan pembersih lensa khusus (solution), bukan air keran, lalu keringkan di udara dengan posisi ditelungkupkan.


7. Apakah penglihatan akan kembali normal setelah keratitis sembuh?

Meredanya infeksi dan kembalinya penglihatan adalah dua hal yang berbeda.

Kornea harus sepenuhnya bening dan transparan agar penglihatan optimal.

Bagian ulkus yang sembuh akan tergantikan oleh jaringan parut, dan jaringan parut ini tidak transparan.

Jika jaringan parut terbentuk di bagian tengah bola mata (sumbu visual), penglihatan tidak akan bisa kembali jernih seperti sedia kala sekalipun peradangan telah sembuh tuntas.

Sebuah tinjauan ilmiah di Korea mencatat bahwa 10–15% pasien dengan keratitis terkait lensa kontak mengalami penurunan tajam penglihatan terkoreksi terbaik sebanyak dua baris atau lebih (Um Young-sub, Ann Optom Contact Lens, 2025;24(3):97-109).

Data komplikasi terkait lensa di AS menunjukkan bahwa 19,8% kasus mengalami setidaknya salah satu dari: jaringan parut kornea sentral, penurunan tajam penglihatan permanen, atau membutuhkan transplantasi kornea; 4,4% di antaranya benar-benar menjalani transplantasi kornea (Cope JR et al., CDC MMWR, 2016;65(32)).

Namun, perlu dipahami bahwa data ini dihimpun dari laporan kejadian tidak diinginkan (adverse events) oleh produsen dan fasilitas medis, sehingga mewakili proporsi dari kasus yang dilaporkan, bukan rata-rata dari seluruh pengguna lensa kontak secara umum.

Kesimpulannya: keratitis kornea adalah penyakit yang "sebagian besar dapat disembuhkan jika terdeteksi dini, tetapi jika terlambat, dapat meninggalkan kecacatan permanen".

Inilah alasan mengapa penanganan dalam hitungan jam dan hari sangatlah krusial.


8. Bagaimana dengan lensa harian (one-day disposable), bukankah lebih aman?

Tertidur dengan lensa harian (one-day) tetap meningkatkan risiko secara signifikan.

Sebagaimana tercantum pada tabel bagian 1, insiden keratitis pada lensa harian adalah 2,0 per 10.000 orang, hampir sama dengan lensa lunak konvensional pemakaian harian.

Studi multisenter yang dilakukan di Inggris, Australia, dan Selandia Baru pada pengguna lensa harian membandingkan 67 pasien yang mengalami keratitis dengan 374 subjek kelompok kontrol (Stapleton F et al., PLOS ONE, 2017;12(8):e0181343).

Tertidur Saat Masih Memakai Lensa Kontak — Gejala Peringatan Keratitis dan Kapan Harus Segera ke Dokter 사진 8

Perilaku

Risiko Keratitis (Odds Ratio)

Dipakai saat tidur di malam hari

1,8 kali lipat (95% CI 1,6–2,1)

Jarang mencuci tangan

1,8 kali lipat (1,6–2,0)

Merokok

1,3 kali lipat (1,1–1,6)

Kesimpulan peneliti menunjukkan bahwa: "Pemakaian semalaman, paparan berlebih, merokok, dan kebersihan tangan yang buruk merupakan faktor risiko signifikan bahkan pada lensa harian sekalipun."

Satu hal yang tidak kalah penting:

Menggunakan lensa harian selama dua hari atau melepasnya lalu memakainya kembali merusak tujuan utama dari pembuatan lensa sekali pakai.

Lensa harian tidak dirancang untuk melalui proses sterilisasi ulang.

Mulai ubah kebiasaan dari hal-hal yang realistis:

Mencuci tangan dengan sabun sebelum memegang lensa, melepas lensa sebelum tidur siang, dan mematuhi masa pakai lensa — tiga hal ini bisa Anda terapkan mulai hari ini.


9. Mengapa lensa kontak warna dan lensa impor tidak resmi lebih berisiko?

Dua dari enam kasus CDC yang disebutkan sebelumnya melibatkan lensa kontak warna tanpa minus, dan salah satu pasien membelinya secara bebas tanpa resep.

Usia pasien tersebut baru 17 dan 18 tahun.

Ada tiga masalah mendasar:

① Meski tanpa minus, lensa kontak adalah alat medis.

Di Korea, semua lensa kontak termasuk lensa warna plano (tanpa minus) diatur ketat sebagai perangkat medis.

Kementerian Keamanan Makanan dan Obat-obatan Korea (MFDS) pada Agustus 2026 menindak 108 kasus peredaran ilegal dan iklan menyesatkan secara daring, serta menegaskan bahwa pembelian lensa secara impor langsung (jastip/cross-border e-commerce) oleh konsumen pada prinsipnya dilarang.

Sekitar 83% dari situs yang ditindak berbasis di Jepang, Hong Kong, Singapura, dan negara lain (MFDS, 25 Agustus 2026).

② Standar keamanannya tidak terjamin.

Produk yang tidak melalui prosedur impor resmi belum terbukti keamanan dan efektivitasnya, sehingga jika terjadi efek samping, pasien sulit mendapatkan perlindungan hukum dan kompensasi.

③ Perbedaan permeabilitas oksigen yang sangat besar antarproduk.

Penelitian terhadap lensa silikon hidrogel yang beredar di pasar Korea menunjukkan bahwa rata-rata koefisien transmisi oksigen produk domestik adalah 25,9 (×10⁻¹¹), sedangkan produk impor resmi mencapai 103,0 (×10⁻¹¹) — selisih sekitar 4 kali lipat (Lee Young-joo et al., Ann Optom Contact Lens, 2022;21(2):47-52).

Ini berarti meskipun sama-sama berlabel "silikon hidrogel", performa sebenarnya bisa sangat berbeda jauh.

Lensa kontak adalah benda asing yang bersentuhan langsung dengan mata.

Melakukan pemeriksaan mata, membeli produk resmi yang tersertifikasi, dan mencocokkan kelengkungan dasar lensa dengan kornea mata Anda adalah standar wajib.


10. Dream lens (orthokeratology) dipakai saat tidur, mengapa dianggap aman?

Mungkin Anda bertanya: "Lalu bagaimana dengan dream lens (lensa ortokeratologi) yang dipakai anak-anak semalaman saat tidur?"

Pertanyaan ini sangat wajar.

Dream lens adalah lensa yang memang dipakai saat tidur malam, sehingga risikonya tidak nol.

Data yang tercatat adalah sebagai berikut:

Analisis di AS terhadap 1.317 pengguna (640 dewasa, 677 anak-anak) dengan total 2.599 tahun pemakaian menemukan angka kejadian keratitis mikroba sebesar 7,7 kasus per 10.000 tahun pemakaian. Pada anak-anak tercatat 13,9 kasus, sementara pada dewasa 0 kasus. Kedua kasus yang terjadi pada anak-anak tersebut berhasil sembuh tanpa penurunan tajam penglihatan permanen (Bullimore MA et al., Optometry and Vision Science, 2013).

Sebuah studi di Rusia pada pengguna anak-anak tahun 2010–2018 melaporkan 4,9–5,3 kasus per 10.000 tahun pemakaian, tingkat risiko yang sebanding dengan pemakaian lensa lunak harian biasa (Bullimore MA et al., Eye & Contact Lens, 2021).

Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan pemakaian lensa kontak lunak saat tidur (19,5–25,4 kasus).

Alasan utamanya bukan semata-mata material lensa, melainkan sistem pemantauan dan manajemen medisnya.

Dream lens terbuat dari material keras (RGP) dengan permeabilitas oksigen sangat tinggi, disesuaikan secara presisi berdasarkan topografi kornea dan pemeriksaan mata menyeluruh, serta mewajibkan prosedur disinfeksi yang ketat serta kontrol rutin secara berkala.

Sebaliknya, jika aturan dasar ini dilanggar, dream lens pun memiliki risiko yang sama bahayanya.

Contohnya seperti membilas dengan air keran, tetap memakaikan lensa saat mata anak merah, atau melewatkan kontrol rutin selama berbulan-bulan.

Perlu diperhatikan pula bahwa dua kasus dalam studi di atas keduanya terjadi pada anak-anak.

Pemeriksaan refraksi anak membutuhkan penggunaan obat tetes sikloplegik (cycloplegic refraction) untuk hasil yang akurat. Di klinik kami, pemeriksaan dilakukan setelah menunggu obat bekerja sekitar 1 jam.

Mohon luangkan waktu yang cukup saat berkunjung.


11. Jika lensa terasa sering mengganjal — hal yang perlu dipastikan sebelum koreksi penglihatan

Alasan orang sering tertidur dengan lensa kontak biasanya hanya satu:

Repot untuk melepasnya, dan terasa nyaman saat dipakai.

Ketika durasi pemakaian semakin panjang dan keluhan mata kering semakin parah, banyak orang mulai mempertimbangkan operasi koreksi penglihatan (bedah refraktif).

Di tahap ini, urutan langkah sangatlah menentukan.

Pemeriksaan harus dilakukan saat kondisi kornea benar-benar bersih dan sehat. Tepat setelah menderita keratitis atau saat masih ada sisa peradangan, hasil pemetaan topografi dan ketebalan kornea dapat menyimpang dari kondisi sebenarnya.

Jika terdapat jaringan parut bekas keratitis sebelumnya, kelayakan operasi dan pemilihan metode bedah akan sangat terpengaruh.

Pengguna lensa kontak wajib menghentikan pemakaian lensa untuk periode tertentu sebelum pemeriksaan. Karena lensa dapat mengubah bentuk alami kornea, parameter yang diukur saat kornea tertekan tidak dapat dijadikan acuan. Masa jeda bervariasi tergantung jenis lensa dan lama pemakaian, jadi ikuti panduan saat reservasi.

Di klinik kami, tindakan SMILE Pro/SMILE, LASEK, dan implan lensa EVO ICL dilakukan secara komprehensif, namun tidak semua mata memenuhi syarat untuk operasi.

Jika kornea terlalu tipis atau terdapat tanda keratokonus, operasi laser kornea tidak akan dianjurkan.

Berdasarkan hasil evaluasi mendalam, kami akan memberikan rekomendasi yang jujur, termasuk jika operasi memang tidak disarankan.


12. Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami kondisi ini

Setelah bangun tidur dengan lensa kontak, Anda merasakan nyeri, mata merah, pandangan buram, atau silau

Mata merah tidak membaik setelah 24 jam sejak lensa dilepas

Hanya satu mata yang sangat merah dan terasa nyeri

Rasa nyeri terasa sangat parah, tidak sebanding dengan mata yang tampak hanya sedikit merah

Mandi atau berenang dengan lensa kontak, lalu timbul rasa tidak nyaman

Muncul titik putih pada bagian hitam bola mata (kornea), bukan pada bagian putih mata

Lensa menempel erat pada kornea dan tidak bisa dilepas

Pernah mengalami keratitis sebelumnya dan kini merasakan gejala serupa kembali

Poin 4 dan 6 memerlukan penanganan darurat.

Poin 4 dapat mengindikasikan infeksi Acanthamoeba, dan poin 6 dapat mengarah pada infiltrat atau ulkus kornea.

Jika gejala di atas timbul pada malam hari di luar jam operasional atau saat hari libur, jangan menunggu hingga klinik buka kembali. Segeralah mencari instalasi gawat darurat atau klinik mata dengan layanan jaga malam.


13. 5 Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q1. Apakah tidur siang sebentar sekitar 30 menit tetap bermasalah?

Saat kelopak mata terpejam, suplai oksigen dan sirkulasi air mata menurun sama persis seperti saat tidur malam.

Dalam data epidemiologi CDC, kebiasaan "sesekali tidur dengan lensa kontak" juga dicatat terpisah sebagai perilaku berisiko tinggi (CDC, MMWR, 2016;65(32)).

Meskipun tidur siang singkat tidak seberbahaya tidur semalaman, jika memungkinkan untuk dilepas, melepasnya adalah pilihan terbaik.

Q2. Di pagi hari lensa menempel erat di mata dan sulit dilepas.

Jangan mencabutnya dengan paksa.

Lapisan epitel kornea Anda dapat ikut terkelupas.

Teteskan air mata buatan berulang kali, tunggu beberapa menit sampai lensa bergerak dengan lancar, baru lepaskan secara perlahan.

Jika tetap tidak bisa dilepas, lebih aman untuk datang ke klinik dokter mata dengan lensa tetap di tempatnya.

Q3. Saya tertidur memakai lensa tetapi tidak merasakan gejala apa pun. Haruskah tetap ke dokter?

Jika benar-benar tidak ada keluhan, Anda cukup mengistirahatkan mata tanpa memakai lensa seharian dan mengamatinya.

Namun, jika Anda sering melakukan kebiasaan ini, disarankan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh setidaknya sekali.

Sering kali ditemukan kerusakan epitel kornea atau pembentukan pembuluh darah baru (neovaskularisasi kornea) tanpa disadari oleh pasien.

Q4. Obat tetes mata apa yang boleh saya gunakan?

Jika tidak ada gejala infeksi, tetes air mata buatan tanpa pengawet sudah cukup.

Jangan menggunakan sisa obat tetes antibiotik atau steroid tanpa instruksi dokter.

Jika infeksi telah bermula, steroid dapat menutupi gejala dan memperparah infeksi, serta penggunaan obat sebelum pemeriksaan menyulitkan dokter mengidentifikasi mikroba penyebab.

Q5. Jika pernah terkena keratitis, apakah tidak boleh memakai lensa kontak lagi selamanya?

Tidak selalu demikian.

Sebagian besar pasien dapat kembali memakai lensa setelah peradangan sembuh total dan kondisi kornea dipastikan telah pulih secara medis.

Namun, jika terdapat jaringan parut permanen atau peradangan berulang di lokasi yang sama, jenis lensa mungkin harus diganti atau metode koreksi penglihatan lain perlu dipertimbangkan.

Waktu yang aman untuk mulai memakai lensa kembali harus diputuskan setelah konsultasi dan evaluasi oleh dokter spesialis mata.


Tonton Video Terkait

Penjelasan lengkap mengenai perawatan lensa kontak dan penyakit kornea dapat Anda simak juga melalui kanal YouTube Jjin Eye Clinic.


St. Mary's Jin Eye Clinic Lantai 1, 4, 5, 337 Gangnam-daero, Seocho-gu, Seoul Check-in di blog ini Artikel lain dari tempat ini

Informasi St. Mary's Jin Eye Clinic

St. Mary's Jin Eye Clinic

337 Gangnam-daero, Seocho-gu, Seoul (1329-10 Seocho-dong)

5 menit berjalan kaki dari Pintu Keluar 5 Stasiun Gangnam · Parkir gratis di dalam gedung

📞 02-577-7782

Jam Operasional: Hari Kerja 09:00~18:00 (Istirahat Siang 13:00~14:00)

Sabtu 09:00~15:00 · Tutup pada hari Minggu & Hari Libur Nasional

Tim Medis — 2 Dokter Spesialis Mata lulusan Seoul St. Mary's Hospital

(Doktor Kedokteran The Catholic University of Korea, Profesor Klinis Luar Biasa Departemen Oftalmologi The Catholic University of Korea, Anggota Reguler Korean Society of Cataract and Refractive Surgery)

Dr. Park Jin-hyung, Kepala Direktur Medis

Dr. Park Jae-hyun, Kepala Direktur Medis

Layanan Medis Terkait

Pemeriksaan Keratitis & Ulkus Kornea · Pemeriksaan Slit-Lamp · Evaluasi Kondisi Kornea · Penanganan Komplikasi Lensa Kontak · Terapi Mata Kering (Lumenis M22 IPL) · Dream Lens Anak & Manajemen Miopia (Pemeriksaan Refraksi Sikloplegik estimasi waktu tunggu ~1 jam) · Pemeriksaan Presisi Koreksi Penglihatan (SMILE Pro/SMILE, LASEK, EVO ICL)


Referensi

Stapleton F, Keay L, Edwards K, Naduvilath T, Dart JKG, Brian G, Holden BA. The incidence of contact lens-related microbial keratitis in Australia. Ophthalmology. 2008;115(10):1655-1662.

Centers for Disease Control and Prevention. Corneal Infections Associated with Sleeping in Contact Lenses — Six Cases, United States, 2016–2018. MMWR Morb Mortal Wkly Rep. 2018;67(32).

Cope JR, Collier SA, Nethercut H, Jones JM, Yates K, Yoder JS. Contact Lens–Related Corneal Infections — United States, 2005–2015. MMWR Morb Mortal Wkly Rep. 2016;65(32).

Stapleton F, Naduvilath T, Keay L, Radford C, Dart J, Edwards K, Carnt N, Minassian D, Holden B. Risk factors and causative organisms in microbial keratitis in daily disposable contact lens wear. PLOS ONE. 2017;12(8):e0181343.

Um Young-sub. Contact Lens-associated Microbial Keratitis. Ann Optom Contact Lens. 2025;24(3):97-109.

Cho Kyung-jin. Corneal Infections Associated with Contact Lens Wear. Ann Optom Contact Lens. 2021;20(4):140-143.

Lee Young-joo, Park Seo-yeon, Um Young-sub. Characteristics of Silicone Hydrogel Contact Lenses Commercially Available in Korea. Ann Optom Contact Lens. 2022;21(2):47-52.

Bullimore MA, Sinnott LT, Jones-Jordan LA. The risk of microbial keratitis with overnight corneal reshaping lenses. Optom Vis Sci. 2013.

Bullimore MA, Mirsayafov DS, Khurai AR, et al. Pediatric Microbial Keratitis With Overnight Orthokeratology in Russia. Eye Contact Lens. 2021. doi:10.1097/ICL.0000000000000801

StatPearls. Acanthamoeba Keratitis. NCBI Bookshelf.

Centers for Disease Control and Prevention. Healthy Habits: Keeping Water Away from Contact Lenses.

Ministry of Food and Drug Safety. Penindakan 108 Kasus Peredaran Ilegal & Iklan Menyesatkan Lensa Kontak secara Daring (Siaran Pers). 25 Agustus 2026.

Like

Info Klinik

Detail
성모진안과 Klinik · 서울
No. Registrasi Usaha 510-93-14736